Update Situasi FPL Saat ini

Pada KoFPLI Tips kali ini, saya bermaksud melihat beberapa fakta dan data yang terjadi di Premier League akhir-akhir ini. Untuk menjaga relevansi informasi pada tulisan ini, semua data yang ditampilkan memiliki periode yang sama, yaitu sejak bulan Februari (gameweek 22) hingga saat ini. Siapa aset terbaik di FPL selama periode tersebut? Tim mana saja yang bisa kita targetkan untuk dipunyai asetnya berdasarkan performanya? Saya usahakan membahas semua hal tersebut pada tulisan ini.

27 – jumlah gol Manchester City merupakan yang terbanyak di liga Inggris, 8 lebih banyak dari pesaing terdekatnya mengenai metric ini, Manchester United, sejak bulan Februari. Setelah mendapatkan titel sebelumnya sebagai pertahanan terbaik, sejak bulan Februari Manchester City sedikit mengubah gaya permainannya menjadi lebih menyerang dari sebelumnya.

0 – jumlah nirbobol (cleansheet) tim Arsenal sejak bulan Februari, paling sedikit dari semua tim lainnya. Meskipun mencatatkan 0 nirbobol, pertahanan Arsenal sebenarnya tidak terlalu buruk, dengan jumlah kebobolan hanya 9 gol. Sebagai perbandingan, jumlah tersebut hanya lebih sedikit 1 gol saja dengan jumlah kebobolan pemuncak klasemen saat ini, Manchester City.

37.7 – rata-rata persentase posesi bola (ball possession) Crystal Palace merupakan yang terendah sejak bulan Februari. Meskipun begitu, posesi bola Crystal Palace di daerah pertahanan lawan (final 3rd) (34.8%) masih lebih baik dari West Ham United (31.9%) dan Everton (32.7%).

99 – jumlah sentuhan seluruh pemain Crystal Palace di kotak penalti lawan, terendah dari seluruh tim di Liga Inggris. Metric ini menunjukkan rendahnya ancaman serangan Crystal Palace, dengan rata-rata 12.4 sentuhan saja per pertandingan di kotak 16. Pada ekstrim lainnya, Manchester City berhasil mencatatkan 342 sentuhan di periode yang sama, dengan rata-rata 34.2 sentuhan di kotak penalti lawan per pertandingan.

187 – jumlah percobaan umpan silang Liverpool merupakan yang terbanyak di Liga Inggris pada periode ini, meskipun akurasinya hanya 30%, terendah ketiga dari semua tim. Fakta mengejutkan lainnya adalah proporsi sumber umpan silang, di mana hanya 38% dari total percobaan umpan silang Liverpool yang berasal dari sisi kiri di mana Andrew Robertson beroperasi, peringkat kedua terendah. Sebagai pembanding, tim seperti Aston Villa dengan dominasi Matt Targett di sisi kirinya, 62% percobaan umpan silangnya berasal dari teritori tersebut.

33 – jumlah percobaan tembakan ke gawang lawan via situasi bola mati dari Southampton, peringkat 1 dari seluruh tim. Jika pertahanannya bisa membaik, bek tengah jangkung seperti Jannik Vestegaard bisa sangat menarik untuk dilirik sebagai aset FPL. Pada spektrum ekstrim lainnya, Arsenal adalah tim paling tidak berbahaya via situasi bola mati dengan mencatatkan hanya 8 percobaan tembakan ke gawang lawan via set play.

130 – jumlah percobaan tembakan yang berhasil dilakukan oleh lawan-lawan dari Crystal Palace pada periode tersebut, terbanyak di liga Inggris. Dari jumlah tersebut, 88 dilakukan oleh lawan dari dalam kotak penalti Crystal Palace, juga terbanyak dibanding seluruh tim lain. 34 percobaan tembakan via sundulan dan 41 percobaan tembakan via situasi bola mati yang diterima tim asuhan Roy Hodgson juga merupakan yang tertinggi, menunjukkan lemahnya pertahanan Crystal Palace menahan berbagai macam variasi serangan, terutama dari skema umpan silang.

5 – jumlah ‘error leading to goals’, atau ‘kesalahan menuju kebobolan’ yang dimiliki Liverpool merupakan yang paling banyak di Liga Inggris sejak bulan Februari. Sebagai perbandingan, sebanyak 13 tim memiliki kesalahan tidak lebih dari 1 saja dalam periode yang sama.

33.3% – konversi tendangan sudut Chelsea merupakan angka tertinggi di Liga Inggris. Metric ini menunjukkan persentase jumlah tendangan sudut yang berhasil diklaim oleh Chelsea menjadi percobaan tembakan. Aset-aset pengambil tendangan sudut dan target dari umpan silangnya pun menjadi menarik, seperti Mason Mount, Thiago Silva, dan Anthony Rudiger.

-5.07 – expected goals delta kedua terburuk yang dimiliki Brighton and Hove Albion, menunjukkan tumpulnya lini penyerangan tim ini. Memiliki expected goals sebanyak 5.07, hanya lebih sedikit dari Manchester City, Manchester United, Chelsea, dan Leicester City, Brighton hanya berhasil 6 gol saja, setara dengan Crystal Palace.

+3.00 – expected goals prevented Emi Martinez, terbaik dari seluruh kiper yang memiliki menit bermain sejak bulan Februari. Meskipun digedor dengan banyak tembakan dan, bahkan, tembakan berkualitas (dilihat dari jumlah percobaan tembakan lawan dan expected goals on target conceded Aston Villa), Emi Martinez tampil gemilang hingga saat ini sudah mengemas 49 poin sejak gameweek 22.

841 – jumlah sentuhan Trent Alexander-Arnold di daerah lawan (opposition half) merupakan yang terbanyak di Liga Inggris dari seluruh aset pemain bertahan FPL. Jumlah ini melampaui aset bek sayap lainnya seperti Andrew Robertson (754), Joao Cancelo (727), dan Luke Shaw (686)

16 – jumlah umpan silang sukses Luke Shaw, tertinggi di antara para aset pemain bertahan lainnya sejak bulan Februari. Luke Shaw juga mencatatkan chances created tertinggi dengan 22 buah chances created yang terkonversi menjadi 4 assists, lagi-lagi yang terbanyak di Liga Inggris. Aaron Cresswell berada di posisi kedua dengan 11 chances created dan 2 assists.

5 – jumlah percobaan tembakan tepat sasaran oleh Liam Cooper dan Nelson Semedo merupakan yang terbanyak di Liga Inggris di antara para aset pemain bertahan FPL, meskipun belum menghasilkan 1 gol pun untuk Leeds United ataupun Wolverhampton Wanderers. Menyusul dengan 4 percobaan tembakan tepat sasaran adalah Tosin Adarabioyo, Marcos Alonso, Joel Veltman, dan Luke Shaw.

69 – jumlah total clearance, block, dan interception (CBI) Kyle Bartley merupakan yang terbanyak di Liga Inggris di antara para aset pemain bertahan FPL. Clearance terbanyak dilakukan oleh Tosin Adarabioyo (49), interception oleh Jan Bednarek (26), dan block oleh Ezri Konsa (17).

70 – jumlah percobaan umpan silang terbanyak selama periode tersebut di antara para aset gelandang FPL, dilakukan oleh Raphinha. Percobaan umpan silangnya pun memiliki akurasi cukup baik, dengan jumlah umpan silang sukses sejumlah 17 (terbanyak kedua). Umpan silang sukses dilakukan oleh Pascal Gross (18). Raphinha juga mencatatkan chances created terbanyak (23) dan big chances terbanyak (6 – sama dengan Son Heung Min) pada periode tersebut.

23 – jumlah percobaan tembakan yang dilakukan, lagi-lagi, oleh Raphinha, juga merupakan yang terbanyak. Jumlah percobaan tembakan dari dalam kotak penaltinya juga (16) merupakan yang terbanyak di Liga Inggris, dengan percobaan tembakan tepat sasaran (10) hanya kalah dari Jesse Lingard (11) dan Bruno Fernandes (11).

2.64 – expected assist terbesar di antara para gelandang FPL sejak bulan Februari, dimiliki oleh, lagi-lagi, Raphinha. Raphinha juga memiliki goal threat sangat besar, dengan xG = 2.26 (peringkat 10) dan total expected goals involvement 4.90 merupakan yang terbaik ketiga di antara para gelandang, di bawah Ilkay Gundogan (5.43) dan Bruno Fernandes (5.42).

6 – jumlah gol terbanyak yang dicetak oleh aset penyerang FPL, Kelechi Iheanacho. Iheanacho juga memiliki jumlah ‘big chance’ terbanyak (8), serta goal convertion terbaik (33.3%) dari seluruh penyerang yang melakukan percobaan tembakan lebih dari 6.

Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *