STRATEGI PENGGUNAAN CHIP MENGHADAPI DOUBLE GAMEWEEK 24, 25, 26, 27, DAN BLANK GAMEWEEK 29

PENDAHULUAN

Dua hari sebelum tenggat waktu gameweek 23 FPL musim ini, tepatnya tanggal 4 Februari 2021 lalu, para manajer FPL mendapatkan kabar kepastian mengenai penjadwalan ulang laga tunda Liga Inggris. Terdapat setidaknya 3 laga yang sudah dijadwalkan ulang, baik dari sisi Liga Inggris ataupun FPL, yaitu Everton vs Manchester City dan Burnley vs Fulham di gameweek 24, serta Leeds United vs Southampton di gameweek 25. Detail jadwal yang telah dikonfirmasi dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Jadwal double dan blank gameweek hingga gameweek 29

Jadwal ini tentunya berpengaruh besar bagi strategi penggunaan chips para manajer FPL, baik untuk yang mencoba ‘bertahan’ agar overall rank-nya tidak turun, ataupun untuk yang mencoba ‘menyerang’ untuk meningkatkan overall rank. Dalam artikel ini, saya mencoba membahas beberapa strategi yang dapat dilakukan sesuai kombinasi ketersediaan chip masing-masing manajer. Semoga bermanfaat!

MANAJER NONCHIP (BERTAHAN DI DGW26 DAN BGW29)

Bagi para manajer yang telah ‘menyerang’ blank gameweek 18 dan double gameweek 19, rentetan double gameweek (DGW) dan blank gameweek (BGW) kali ini tentu lebih tepat untuk ‘bertahan’. Menurut pendapat saya pribadi, tanpa menggunakan chip wildcard (WC) ataupun Free Hit (FH), tentu sangat sulit untuk dapat melalui periode ini dengan overall rank yang tetap stabil di tiernya. Terdapat dua strategi yang dapat saya rekomendasikan untuk para manager tanpa chip FH, tetapi masih memiliki WC, yaitu:

  1. Mempersiapkan tim yang seimbang untuk melalui DGW26 dan BGW29, kemudian mengaktifkan WC setelahnya
  2. Mempersiapkan tim untuk melalui DGW26, kemudian mengaktifkan WC di BGW29

Keuntungan utama dari strategi pertama adalah masih adanya WC setelah berlalunya BGW29. Penting untuk diketahui bahwa masih akan ada ‘mini’ blank dan double gameweek, bahkan setelah BGW29. Memiliki WC untuk melalui periode akhir FPL ini tentu akan sangat membantu manajer untuk tetap mengejar poin menuju selesainya musim 2020/21. Tanpa mengaktifkan chip sama sekali, maka ada beberapa tim yang sangat penting untuk dimiliki asetnya, yaitu Leeds United dan Fulham. Mengapa? Karena kedua tim ini memiliki peluang untuk mendapatkan double gameweek (Leeds United pasti bermain dua kali di DGW25 dan Fulham mungkin bermain dua kali di DGW26) serta dipastikan bermain di BGW29 (hingga saat ini). Aset-aset seperti Patrick Bamford, Raphinha, dan Stuart Dallas dari Leeds United, serta Ademola Lookman, Ivan Cavaleiro, dan Alphonse Areola, menjadi penting untuk dimasukkan ke dalam rencana transfer dari saat ini hingga gameweek sesuai jadwal masing-masing aset. Aset-aset ini merupakan aset murah, sehingga mungkin dicadangkan di DGW 26 bila ada pilihan aset premium lain yang ingin dimainkan, serta dapat dimainkan di BGW29. Tergantung dari hasil FA Cup ronde kelima yang hingga tulisan ini dipublikasikan belum tersedia, masih akan ada beberapa tim tambahan yang dapat dipastikan bermain di BGW29, di mana asetnya dapat dibeli di antara DGW26 dan BGW29.

Strategi pertama memiliki kelemahan, di mana dalam merencanakan DGW26 dan BGW29, transfer yang dilakukan perlu difokuskan ke dua gameweek tersebut, sehingga poin tim di gameweek lainnya (terutama GW27 dan GW28) menjadi tidak maksimal. Hal ini dapat disiasati dengan menggunakan strategi kedua, yaitu mempersiapkan tim sebaik mungkin untuk DGW26, kemudian bermain agresif di GW27 dan GW28 tanpa perlu mempedulikan BGW29. Saat tiba waktunya BGW29, WC dapat diaktifkan untuk mengambil aset yang bermain di BGW29. Aset-aset yang kita inginkan setelah BGW29 namun tidak bermain di BGW29 pun dapat dibeli terlebih dahulu untuk disimpan di bangku cadangan. Meskipun tidak dapat memainkan 11 pemain penuh di BGW29, namun strategi ini memiliki potensi poin lebih tinggi di GW27 dan GW28, serta dapat menyimpan aset yang memang kita inginkan setelah BGW29. Kehilangan WC tentu menjadi titik lemah utama strategi ini.

MANAJER CHIP (MENYERANG DI DGW26 DAN BGW29)

Bagi para manajer yang telah ‘bertahan’ di BGW18 dan DGW19, rentetan DGW dan BGW kali ini tentu lebih tepat untuk ‘menyerang’. Menurut pendapat saya pribadi, dengan mengkombinasikan chip wildcard (WC), Bench Boost (BB), serta Free Hit (FH), tentu sangat realistis untuk dapat memangkas poin dengan pesaing-pesaing di rank tier lebih tinggi setelah melalui periode ini. Terdapat dua strategi yang dapat saya rekomendasikan untuk para manager dengan chip tersisa WC, BB, dan FH, yaitu:

  1. Menggunakan WC di GW25, BB26, kemudian FH29
  2. Menggunakan FT untuk mempersiapkan BB26, FH29, kemudian WC setelahnya

Dengan menggunakan WC di GW25, terdapat beberapa kelebihan yang menurut saya sangat menguntungkan, yaitu: optimasi DGW24 dengan double up aset Burnley atau Everton, untuk kemudian ‘dibuang’. Mengapa dibuang? Opini saya, jadwal DGW24 Burnley dan Everton sangat baik (Burnley melawan Crystal Palace dan Fulham, sedangkan Everton melawan Fulham dan Manchester City), namun jadwal setelah GW24 kedua tim ini kurang menjanjikan. Walaupun mungkin kembali 2x bermain di DGW26, namun potensi DGW Burnley adalah melawan Tottenham Hotspurs dan Leicester, sedangkan Everton harus menjalani derby Merseyside di GW25. Selain dapat ‘membuang’ aset dari 2 tim ini, WC25 pun dapat digunakan untuk menabung pemain yang memiliki DGW di antara DGW26, yaitu aset Leeds United untuk DGW25, dan Southampton untuk DGW25 dan DGW27. Perbedaan strategi pertama dan kedua praktis hanya pada waktu penggunaan WC. Pengaktifan WC di GW25 membuat pergerakan kita lebih agresif di DGW24 hingga DGW28, namun kehilangan chip. Sebaliknya, penggunaan WC setelah BGW29 membuat kita berlari lebih ‘lambat’ di DGW 24 hingga DGW28, namun pengaktifan WC pasca BGW29 dapat mendorong rank kita naik lebih cepat di akhir musim.

KESIMPULAN

Periode padat DGW BGW ini menjadi tantangan tersendiri bagi para manajer di musim yang sulit ini. Terlepas dari hal tersebut, kesulitan ini justru bisa dilihat sebagai kesempatan, baik untuk mempertahankan ataupun meningkatkan overall rank. Perencanaan matang mengenai penggunaan chip, sekaligus rencana transfer setiap gameweeknya menjadi kunci bagi para manajer FPL yang ‘serius’ untuk dapat memanfaatkan periode ini seoptimum mungkin. Sukses bagi para manajer FPL Indonesia menuju akhir musim 2020/21nya!

Salam,
Steven Reinaldo Rusli
Anggota divisi scouting Komunitas FPL Indonesia (KoFPLI)
Penanggung jawab data FPL EstigaBola

Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *