KOFPLI PICKS GW28

Hallo para manajer FPL Indonesia.

Kembali lagi di KoFPLI picks untuk FPL gameweek 28 musim 2020/21. Berikut adalah pemain-pemain pilihan kami serta pembahasannya. Semoga beruntung dan mendapatkan panah hijau di gameweek 28! *data diambil dari area keanggotaan fantasyfootballscout.


Emiliano Martínez [AVL]

Kiper dengan kenaikan harga terbanyak di musim ini memang layak disebut Nick Pope versi 2020/21. Total 149 poin sudah dia raih dalam 27 pekan, dan tercatat raihan tersebut adalah poin tertinggi kelima dari aset FPL seluruh posisi, melebihi Raheem Sterling, Kevin de Bruyne, dan Jamie Vardy. Underlying stats pun menunjukkan kegemilangan Emi Martinez, dengan metric xGP (expected goals prevented) tertinggi kedua dari seluruh kiper aktif PL, sebesar +5.00. Di pekan ke-28, Martinez akan bertandang ke kandang Newcastle United, yang saat ini kehilangan banyak pemain menyerangnya: Callum Wilson, Miguel Almiron, dan Allan Saint-Maximin. Opsi terbatas di lini penyerangan sangat membatasi kreativitas dan ancaman Newcastle United secara keseluruhan. Dari 4 pertandingan terakhir seluruh tim di liga Inggris, tercatat Newcastle United adalah tim dengan total peluang besar (big chances) paling sedikit kedua, dengan 3 buah big chances saja. Tidak heran pula jika catatan konversi golnya merupakan yang terendah ke-6 di liga Inggris dengan 4.2%. Dengan kualitas serangan rendah dari lawan, baik dari jumlah (big chances) dan efektivitas (konversi gol), serta performa gemilang Emi Martinez sendiri (xGP), tentu kita dapat mengharapkan poin cleansheet dan beberapa penyelamatan dan eks-kiper Arsenal ini.


Lucas Digne [EVE]

Berbicara tentang keterbatasan opsi di lini depan, selain Newcastle United, tim yang juga sedang berjuang mengatasi kekeringan gol adalah Burnley, tim yang akan menjadi lawan Everton, dan Lucas Digne secara spesifik, di pekan ke-28. Sepanjang musim ini, baru 20 gol berhasil dilesakkan oleh Burnley ke gawang lawannya, dengan hanya Sheffield United yang mencetak gol lebih sedikit (16) dari seluruh tim lain di Liga Inggris. Itu pun dengan catatan, 1 gol berasal dari titik penalti dan 7 dari situasi bola mati: menunjukkan rendahnya ancaman Burnley dari skema permainan terbuka. Dari sisi pertahanan, Burnley pun terbilang lebih lemah di sisi kanannya dibanding sisi sebelah kiri. Dari 57 umpan silang terakhir yang diterima Burnley, hampir 60%nya (34) datang dari sisi kanan yang merupakan teritori pergerakan Lucas Digne. Sebaliknya, Everton merupakan tim kedua paling ‘tidak seimbang’ soal umpan silang. Dalam 4 pertandingan terakhir liga Inggris, tercatat hanya Aston Villa yang melakukan umpan silang lebih dominan dari sisi kirinya (62.5%) dari Everton (61.7%). Dalam periode tersebut, Lucas Digne berhasil mengirimkan 25 percobaan umpan silang, bahkan lebih banyak secara kuantitas dari Andrew Robertson dan Luke Shaw yang masing-masing mencatatkan 23 percobaan umpan silang. Kombinasi potensi cleansheet dan assist dapat diharapkan menjadi poin Lucas Digne.

Rúben Santos Gato Alves Dias [MCI]

Daripada sulit setiap minggu harus memikirkan tentang rotasi Pep Guardiola, kali ini kami memilih pilihan utama langsung yaitu Ruben Dias. Bek Manchester City dengan menit bermain paling banyak musim ini, serta bonus poin kedua terbanyak di antara pemain bertahan Manchester City lainnya, kami menargetkan poin CS dari Ruben Dias. Naif jika kami menyebutkan kami mengharapkan attacking return dari seorang bek tengah yang tugas utamanya bukan untuk mencetak gol. Meskipun begitu, sepanjang musim ini, ternyata Ruben Dias merupakan pemain bertahan Manchester City dengan jumlah percobaan tembakan ke gawang lawan, percobaan tembakan dari dalam kotak penalti, dan percobaan tembakan tepat sasaran kedua terbanyak setelah Joao Cancelo. Ruben Dias juga memiliki jumlah percobaan tembakan melalui sundulan terbanyak di antara koleganya (8). Kembali ke poin nirbobol, Manchester City akan melawan Fulham yang performanya sedang membaik. Meski begitu, perbaikan utama Fulham ada di sektor pertahanannya. Dari sektor penyerangan, justru Fulham sedang menurun tajam. Tercatat hanya 2 gol yang berhasil mereka lesakkan dalam 4 pertandingan terakhir mereka, dengan 1 berasal dari situasi bola mati.

Ricardo Domingos Barbosa Pereira [LEI]

Pemain satu ini sempat diharapkan dapat menjadi pembeda sebelum pekan ke-26, namun nyatanya masih belum dapat memberikan poin maksimal bagi para pemiliknya. Wajar jika para pemilik Ricardo Pereira berharap banyak pada pemain yang satu ini. Bermain untuk Leicester yang secara umum adalah tim yang solid, Pereira seringkali ditempatkan out of position di sektor sayap kanan penyerangan. Cederanya Harvey Barnes, James Maddison, Cengiz Under, dan Marc Albrighton, semakin membuat Brendan Rodgers tidak memiliki pilihan lain selain menempatkan Ricardo Pereira lebih depan untuk memberikan umpan-umpan ke Jamie Vardy dan Kelechi Iheanacho. Di pekan ke-28, Leicester akan berhadapan dengan juru kunci klasemen, Sheffield United. Tim kejutan musim lalu ini tampil mengecewakan musim ini, dengan hanya melesakkan 16 gol saja sepanjang musim, terendah di liga Inggris. Distabilitas lini penyerangan dengan rotasi David McGoldrick, Oli McBurnie, Billy Sharp, Oli Burke, dan Rhian Brewster menjadi salah satu penyebab utama musim paceklik gol tim asuhan Chris Wilder ini. Cleansheet poin menjadi ekspektasi minimum untuk poin Ricardo Pereira di pekan ke-28 ini.


Mohamed Salah (C) [LIV]

Periode tanpa gol yang dialami Mo Salah, dan Liverpool secara umum, menjadi salah satu topik yang dibicarakan saat ini. Nihil gol dalam 4 pertandingan terakhir, Mo Salah hanya menghasilkan 9 poin FPL selama periode tersebut. Tetapi sebenarnya permainan Salah sendiri tidak seburuk itu, apalagi pada partai tandang. Menuju partai tandangnya di pekan ke-28 melawan Wolves, tercatat Mo Salah adalah gelandang yang memiliki percobaan tembakan dari dalam kotak penalti paling banyak dalam 4 pertandingan tandang terakhirnya (12). Dalam periode yang sama, hanya Raheem Sterling yang memiliki peluang besar (big chances) lebih banyak dari Salah (5 berbanding 4). Wolves sebenarnya sedang dalam performa baik dengan hanya menelan 1 kekalahan dari Manchester City sejak bulan Februari. Namun, pada periode tersebut, Wolves juga dibobol oleh tim dengan kualitas penyerangan ‘medioker’ seperti Newcastle United dan Southampton. Dalam 4 pertandingan terakhirnya pun, Wolves merupakan tim dengan xGC terburuk ke 4 (7.36), hanya lebih baik dari Sheffield United, Crystal Palace, dan Burnley. Sebaliknya, Salah adalah pemain dengan xG delta terkecil dalam 4 pertandingan terakhir (-1.40). Terakhir kali kondisi ini terjadi (underperforming Salah melawan tim dengan overperforming defense), Salah mencetak 2 gol ke gawang West Ham United. Kami berharap kejadian ini dapat terulang lagi.

Riyad Mahrez [MCI]

Di balik rotasi Pep Guardiola, ternyata ada 1 nama gelandang yang sejak pekan ke-22, dari 9 pertandingan yang dimainkan oleh Manchester City, telah dimainkan sebagai starter sebanyak 8x! Dalam 9 pertandingan tersebut, dia telah mencetak 4 gol dan 4 assist. Siapa lagi kalau bukan Riyad Mahrez. Tenarnya rekan dia seperti Ilkay Gundogan dan Kevin de Bruyne sedikit memudarkan gemilangnya penampilan aset sayap kanan satu ini. Perlu diperhatikan juga bahwa attacking return Mahrez bukan hanya keberuntungan belaka. Dalam 6 pertandingan terakhirnya, Mahrez mencetak 53 poin FPL, hasil dari jumlah percobaan tembakan dari dalam kotak penalti yang dilepaskannya, yang merupakan percobaan terbanyak dari seluruh rekan setimnya pada periode yang sama. Kesuksesan Mahrez mendulang dua digit poin di 2 pekan terakhirnya (17 dan 20 poin) diharapkan bisa kembali terjadi di pekan ke-28.

Mason Mount [MCI]

Pendapat pribadi saya, Mount adalah pemain terbaik Chelsea saat ini. Sudah 3 gol dia cetak dalam 6 pertandingan terakhir. Selain itu, terlepas dari rotasi Thomas Tuchel, tercatat Mount baru 1x menjadi penghangat bangku cadangan sejak pekan ke-21: alias 1x bench dari 8 pertandingan terakhir! Cukup aman untuk ukuran pemain yang bermain di bawah Tuchel. Selain itu, Mount juga merupakan pengambil seluruh bola mati Chelsea, termasuk penalti saat Jorginho tidak berada di lapangan. Hal ini menjadi penting mengingat sepanjang musim ini, Leeds United yang menjadi lawan Chelsea di pekan ke-28 sudah terkena percobaan tembakan lawan dari situasi bola mati sebanyak 103 kali! Kelemahan ini baru saja dieksploitasi di pekan ke-27 yang lalu, di mana Craig Dawson berhasil mencetak gol via situasi tendangan penjuru, dan bahkan 1x juga usahanya digagalkan tiang gawang. Musim ini, Leeds merupakan tim dengan xGC-SP (expected goals conceded via set plays) terburuk ketiga, dan sebaliknya, Chelsea adalah tim dengan xG-SP (expected goals via set plays) terbaik keempat. Semua hal ini menunjukkan pentingnya peran bola mati yang membuat kita memilih Mason Mount.

Diogo Jota [LIV]

Tidak banyak sebetulnya yang bisa dianalisis dari Diogo Jota, karena dia baru sembuh dari cedera. Namun, sejak kembali dapat bermain, Klopp semakin sering menurunkan Jota, apalagi dengan situasi terbaru saat ini di mana Bobby Firmino sedang dalam masa cedera. Seperti telah disebutkan di pembahasan Mo Salah di atas, paceklik gol Liverpool sebenarnya hanya terjadi di kandangnya sendiri, sedangkan di kandang lawan Liverpool masih mampu mencetak gol. Diharapkan hadirnya kembali Jota dapat menjadi pemicu kebangkitan Liverpool, dan dengan harga cukup murah untuk aset penyerangan Liverpool, Diogo Jota melengkapi barisan 4 gelandang kami di KoFPLI picks kali ini.


Harry Kane (VC) [TOT]

Gol terbanyak kedua di liga Inggris. Poin FPL terbesar kedua dari semua posisi, peringkat 1 dari antara penyerang. Assist terbanyak. Posisi tiga dari indeks ICT versi resmi FPL dari semua posisi, peringkat 1 dari antara penyerang. Sepanjang musim ini, di antara para penyerang, peringkat 1 untuk jumlah percobaan tembakan ke arah gawang. On form: 3 gol dan 2 assists dalam 3 pertandingan terakhirnya. Pertandingan derby. Eksekutor utama penalti. Apa lagi yang bisa dituntut dari seorang Harry Kane.

Richarlison de Andrade [EVE]

Perubahan skema dan formasi Everton dari 3 striker (2 sayap dan 1 penyerang utama) menjadi 2 striker membawa berkah bagi Richarlison. Sejak perubahan formasi ini, Dominic Calvert-Lewin, rekannya yang sebelumnya lebih populer mendapatkan tugas lain dari Carlo Ancelotti selain mencetak gol, yaitu membuka ruang, menarik tekanan bek lawan, dan lainnya. Richarlison lah sosok yang paling diuntungkan dengan perubahan strategi ini. Dalam 5 pertandingan terakhirnya, Richarlison berhasil mencetak 4 gol, dengan jumlah percobaan tembakan dan expected goals involvement 2x lipat lebih banyak dari rekannya di barisan depan. Juga, Richarlison kerap menjadi salah satu pilihan utama algojo penalti Everton, bergantian dengan Gylfi Sigurdsson.

Mbaye Diagne [WBA]

Membaiknya performa WestBrom ditandai bertepatan dengan kedatangan striker berpenampilan nyentrik satu ini. Melawan Crystal Palace dengan rekor pertahanan salah satu yang terburuk di Liga Inggris, saya memprediksi inilah saatnya Mbaye Diagne menyamai expected metricnya. Sejak debutnya di pekan ke-21, Diagne memiliki underlying stats yang sangat baik untuk pemain depan murah. Jumlah percobaan tembakan dari dalam kotak penaltinya (16) setara dengan Harry Kane, dan lebih banyak dari Timo Werner (15), Roberto Firmino (12), dan Dominic Calvert-Lewin (10). Bahkan tidak ada striker sejak debut Diagne yang memiliki xG lebih tinggi dari Diagne (4.63), Harry Kane sekalipun (3.70).

Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *