KOFPLI PICKS GW22

Hallo para manajer FPL Indonesia.

Kembali lagi di KoFPLI picks untuk FPL gameweek 22 musim 2020/21. Untuk penyusunan tim FPL gameweek 22 ini, kami berpatokan pada jadwal dan performa saat ini. Sayang sekali, pemain-pemain premium potensial seperti Harry Kane, Jamie Vardy, dan Kevin de Bruyne sedang cedera sehingga opsi kami sedikit menyempit. Berikut adalah pemain-pemain pilihan kami serta pembahasannya. Semoga beruntung dan mendapatkan panah hijau di gameweek 22! *data diambil dari area keanggotaan fantasyfootballscout.


Bernd Leno [ARS]

Tanpa diduga, Arsenal menjadi tim yang cukup solid sejak perubahan memasukkan Emile Smith Rowe ke dalam line up pemain oleh Mikel Arteta. Perbaikan yang terjadi tidak hanya dari sisi penyerangan, namun juga dari soliditas pertahanan. Mungkin fakta ini sedikit ‘tidak terlihat’ atau kurang populer, namun dalam 6 pertandingan terakhir, Arsenal berhasil mencatatkan 5 kali cleansheet dan hanya kebobolan 1 gol, setara dengan Manchester City yang aset-aset bertahannya jauh lebih populer (Joao Cancelo, John Stones, Ruben Dias). Sebaliknya, sejak gameweek ke-14 hingga gameweek ke-21, Wolves menjadi tim yang tidak pernah menang. Wolves juga gagal mencetak gol dalam 2 pertandingan terakhir. Kehilangan Raul Jimenez kelihatan sangat berpengaruh pada skema penyerangan Wolves. Cleansheet sangat masuk akal untuk diharapkan untuk pertandingan yang mempertemukan 2 tim yang sedang berlawanan formnya: tim yang sedang on-fire dalam pertahanan melawan tim yang sedang off-form dalam penyerangan.


Andrew Robertson [LIV]

Empat kali sudah musim ini saya menyusun KoFPLI picks musim ini, dan empat kali juga Robertson selalu saya pilih untuk menjadi bek pertama di tim saya. Terlepas dari hanya 1 cleansheet yang didapatkan Liverpool dalam 5 pertandingan terakhir, sebetulnya Liverpool tidak bisa dibilang buruk. Sejak 23 Oktober 2020, Liverpool merupakan salah satu tim yang tidak pernah kebobolan lebih dari 1 kali dalam 1 pertandingan. Dalam 6 pertandingan terakhir pun, hanya Manchester City yang membiarkan lawannya berhasil melakukan percobaan tembakan dan percobaan tembakan dari dalam kotak penalti lebih sedikit dari Liverpool. Selain pertahanannya yang bisa dikategorikan ‘kurang beruntung’, tentu daya tarik utama Robertson ada di potensi penyerangannya. Sepanjang musim ini, Robertson merupakan pemain bertahan dengan jumlah umpan silang (382), chances created (38), dan big chances created (8) terbanyak. Ditambah dengan Mo Salah dan Sadio Mane yang sudah mulai menemukan kembali sentuhannya, terdapat pencetak gol terpercaya yang menunggu di akhir umpan silang yang dikirimkan oleh Andrew Robertson.

João Pedro Cavaco Cancelo [MCI]

Sulit untuk tidak memasukkan pemain bertahan Manchester City di line up saat ini. Sejak debut Joao Cancelo di gameweek 5, Manchester City mencatatkan 12 cleansheet dalam 17 pertandingan. Tim dengan jumlah kebobolan terbaik berikutnya dalam periode yang sama, Liverpool, kebobolan 13 gol, lebih dari 2x lipat jumlah gol yang bersarang ke gawang Ederson. Mengingat Ruben Dias tidak pernah dicadangkan sejak gameweek 4, kami cukup khawatir untuk memasukkan Ruben Dias ke dalam line up mengingat seringnya Pep tiba-tiba melakukan rotasi yang tidak terduga. Karena itu, kami memilih Joao Cancelo, yang sudah diistirahatkan di gameweek 21 lalu. Walaupun sempat tiga kali dicadangkan sejak debutnya di gameweek 5 hingga saat ini, termasuk rotasi Pep di gameweek 21 terakhir kali, Joao Cancelo sudah membuat 30 chances created. Robertson adalah satu-satunya pemain bertahan yang membuat chances created lebih banyak dari Cancelo di periode tersebut (33), namun dengan 251 menit bermain lebih banyak. Cancelo juga memiliki 6 percobaan tembakan tepat sasaran sejak gameweek 5, kedua terbanyak (dengan beberapa pemain lain) dari seluruh sampel pemain bertahan FPL.

Harry Maguire [MUN]

Berbicara mengenai jumlah percobaan tembakan tepat sasaran terbanyak sejak gameweek 5, alasan Joao Cancelo mendapatkan posisi kedua dengan 6 percobaan tembakan tepat sasarannya adalah Harry Maguire yang mencatatkan 7 percobaan tembakan tepat sasaran. Selama 21 pertandingan Manchester United musim ini, Maguire melakukan 20 percobaan tembakan via kepala, sangat berbahaya untuk ukuran seorang pemain bertahan. Dengan catatan 3 cleansheet dalam 5 pertandingan terakhirnya, termasuk melawan Arsenal dan Liverpool, kita bisa mengharapkan Manchester United kembali mencatatkan nirbobol melawan Southampton yang kualitas serangannya semakin menurun karena badai cedera yang silih berganti berdatangan menghantam Danny Ings, Che Adams, dan terbaru Theo Walcott. Sejak pekan sebelum boxing day di akhir tahun 2020, Southampton baru berhasil mencetak 2 gol, rekor yang ‘tidak terlihat’ mengingat performa bagus mereka di awal musim dan 1x kemenangan tipis 1-0 melawan Liverpool.

James Justin [LEI]

Pemain yang banyak diragukan di awal musim dan diambil rencananya hingga ‘kembalinya Ricardo Pereira’ ternyata berhasil menjadi aset FPL yang menjanjikan. Dari harga awalnya di £4.5M, saat ini Justin sudah mendapatkan 6x kenaikan harga. Melawan Fulham di gameweek 22, Leicester layak percaya diri. Meskipun sempat bermain lebih baik, namun perbaikan Fulham lebih terkonsentrasi di lini pertahanannya. Dari sisi penyerangan, Fulham tetap kesulitan mencetak gol. Sejak gameweek 13 sebelum Boxing Day, hanya Southampton (3) tim yang mencetak gol lebih sedikit dari Fulham (5). Menurunnya performa striker utama Aleksandar Mitrovic hingga striker penggantinya Ivan Cavaleiro, membuat rasio konversi gol Fulham terendah kedua di periode tersebut, 5.6%.


Mohamed Salah (C) [LIV]

Kembalinya Mo Salah mencetak gol merupakan salah satu headline di gameweek 21. Kepercayaan diri Liverpool seharusnya meningkat setelah berhasil mencetak 6 gol dalam 2 pertandingan terakhir, dengan keterlibatan seluruh lini depannya (Mo Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino). Di gameweek 22, Liverpool akan menghadapi Brighton. Perlu diakui permainan Brighton sendiri sebenarnya sedang membaik, namun Mo Salah sudah menjadi aset yang sangat bisa diandalkan selama 3 musim terakhir jika dilihat dari poin jangka panjangnya. Terlepas dari rentetan ‘blank’ Salah sebelumnya, hingga saat ini dia masih bertengger sebagai aset FPL dengan poin terbanyak, di atas Son, Bruno, dan Kane. Dengan kebiasaan ‘streak’ Mo Salah, kami pilih Mo Salah menjadi kapten di skuad pilihan kami.

Raheem Sterling (VC) [MCI]

Pemain yang cukup banyak dirotasi Pep musim ini, Sterling tetaplah aset FPL dengan ‘ceiling’ yang sangat tinggi. Dia memang bukan tipe pemain ‘aman’ yang bisa memberikan 6-7 poin setiap minggunya. Terbukti, musim ini dia sempat memberikan poin -1, tapi dia juga sempat memberikan 13 poin. Berdasarkan riset dari tokoh panutan FPL dari India, Pranil Sheth, atau yang lebih dikenal dengan nama lateriser, Sterling ini merupakan pemain yang ‘perform melawan tim papan bawah’ dan ‘off form melawan tim papan atas’. Musim ini saja, Sterling mencatatkan rata-rata 0.94 gol atau assist per pertandingan melawan tim papan bawah, dengan metric tersebut terbesar di antara seluruh pemain Manchester City yang lainnya, termasuk de Bruyne dan Mahrez! Dengan catatan rekor seperti itu, Sterling kami pilih menjadi wakil kapten.

Bruno Miguel Borges Fernandes [MUN]

Performa mengecewakan Bruno Fernandes akhir-akhir ini sebenarnya hanya tercermin dari poin FPLnya (total 15 poin dalam 5 pertandingan terakhir). Di lapangan, Bruno Fernandes masih cukup OK. Dalam periode tersebut, Bruno melakukan 22 percobaan tembakan, terbanyak di antara aset gelandang FPL lainnya. Gundogan yang banyak dibicarakan melakukan 17 percobaan, sedangkan Salah Mane yang sudah kembali nyetel melakukan 15 tembakan. Akurasi Bruno pun masih OK, dengan 8 percobaan tembakan tepat sasaran tetap lebih banyak dari aset gelandang FPL lain dalam periode yang sama. Bruno pun membuat 13 chances created, dengan 3 di antaranya tergolong big chances. Bisa dibilang, Bruno tidak beruntung. Dalam 5 gameweek terakhir juga, Bruno memiliki xGI (expected goal involvement) terbesar. Dia diekspektasi terlibat dalam 3.63 gol Manchester United, namun hanya berhasil menghasilkan 1 assist. Dari sisi ‘ketidakberuntungan’ stats xGI (perlu dipahami bahwa statistik xGI ini lebih penting dimengerti daripada langsung digunakan secara mentah), Bruno merupakan gelandang paling ‘tidak beruntung’ di periode ini. Opini saya, gol dan assist hanya tinggal menunggu waktu untuk seorang Bruno Fernandes.

Harvey Barnes [LEI]

Jika saya sebutkan, ada 1 pemain gelandang FPL yang harganya di bawah £7M, yang berhasil mencetak 4 gol dan 2 assist hanya dalam 7 pertandingan terakhirnya saja, tentu aset ini sudah jadi incaran banyak sekali manajer FPL. Namun, entah bagaimana, kepemilikan Harvey Barnes masih 7.2% hingga saat ini. Poin dia selama periode tersebut lebih besar dari aset populer lain seperti Jack Grealish. Tercatat absennya Vardy justru membuat Barnes lebih leluasa bergerak merangsek ke kotak penalti lawan. Namun, perbaikan terbesar Barnes justru ada di akurasi tembakannya. Dalam 7 pertandingan terakhir di mana Barnes sedang on-fire, tercatat dia justru melakukan lebih sedikit percobaan tembakan dari dalam kotak penalti dari periode sebelumnya (1.4 vs 1.6 percobaan tembakan dari dalam kotak penalti per 90 menit), namun rasio konversi golnya meningkat dari 12% menjadi 21.1%. Barnes juga tercatat semakin tidak egois. Sebelum 7 pertandingan ini, dia tercatat membuat 0.6 kesempatan per pertandingan untuk rekannya, namun angka tersebut meningkat hampir 3x lipat menjadi 1.6 kesempatan per pertandingan saat ini. Aset menjanjikan untuk diturunkan melawan Fulham yang baru saja 2x dibobol oleh West Bromwich Albion.


Callum Wilson [NEW]

Striker yang sempat banyak dibuang karena permainan Newcastle yang menurun, Callum Wilson justru mencatatkan 2 gol di gameweek 21. Terdapat perubahan signifikan dalam permainan Newcastle. Antara gameweek 18 dan double gameweek 19, Newcastle mencatatkan rata-rata 9 percobaan tembakan per pertandingan. Dalam 2 pertandingan terakhir (gameweek 20 dan gameweek 21), jumlah percobaan tembakan per pertandingan melonjak 2x lipat menjadi 17.5 per pertandingan. Hal ini sejalan dengan poin FPL Wilson yang awalnya 2 poin per 90 menit menjadi 11.5 poin per 90 menit. Melawan Crystal Palace di gameweek 22, rasanya sangat mungkin Wilson kembali berhasil mencetak 1 gol.

Patrick Bamford [LEE]

Musim ini, Bamford adalah aset penyerang FPL dengan jumlah percobaan tembakan dari dalam kotak penalti terbanyak (60), percobaan tembakan tepat sasaran terbanyak (30), jumlah percobaan tembakan via sundulan terbanyak (21), jumlah peluang besar non-penalti terbanyak (19), dan expected goals non-penalty terbesar. Plus, dia saat ini menjadi penendang penalti utama Leeds United. Sulit rasanya mau menuntut apa lagi dari Bamford. Terlepas dari periode ‘off-form’ yang sempat dia alami, di gameweek 21 dia kembali menemukan performa terbaiknya dengan 1 gol dan 2 assist. Di gameweek 22, Leeds akan menjamu Everton yang baru kalah 2-0 dari Newcastle United. Jika Wilson bisa, mengapa Bamford tidak?

Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *