KOFPLI PICKS GW10

Hallo para manajer FPL Indonesia.

Kembali lagi di KoFPLI picks untuk FPL gameweek 10 musim 2020/21. Untuk KoFPLI picks kali ini, tim kami disusun dengan konsep mengincar ‘big hitter’ atau ‘premium players’ dari tim-tim besar dengan jadwal bertanding yang menjanjikan. Secara khusus, pertandingan yang menjadi target kami adalah Brighton vs Liverpool, Manchester City vs Burnley, dan Leicester City vs Fulham.

Perlu diingat bahwa penyusunan tim FPL terikat oleh kondisi batas budget, sehingga kita tidak bisa memiliki semua premium. Setiap ada ‘Salah’, akan ada pertanyaan: mengapa tidak ada ‘de Bruyne’? Sebaliknya, saat ada ‘de Bruyne’, maka timbul pertanyaan: mengapa tidak ada ‘Salah’? Pilihan kami pun harus merelakan beberapa pemain premium karena alasan ini.

Tim ini dibuat dengan total harga £82.7M, sangat cukup untuk diimplementasikan dengan dana yang ada di permainan FPL. Berikut adalah pemain-pemain pilihan kami serta pembahasannya. Semoga beruntung dan mendapatkan panah hijau di gameweek 10! *data diambil dari area keanggotaan fantasyfootballscout.


Ederson Santana de Moraes [MCI]

Mengincar target jadwal melawan Burnley, kami memilih untuk menduetkan aset bertahan Manchester City, salah satunya adalah kiper Ederson. Potensi kiper tim besar memang biasanya tidak begitu besar: 6 poin dari poin menit bermain dan tidak kebobolan. Tim besar seperti Manchester City cenderung tidak banyak menerima tembakan, sehingga Ederson jarang diperlukan untuk membuat penyelamatan sebanyak Pope, Martinez, atau McCarthy misalnya. Namun, kualitas penyerangan Burnley yang menjadi lawan Manchester City di pekan ke-10 ini menjadi alasan utama pemilihan Ederson di antara mistar gawang KoFPLI picks. Musim ini, jumlah percobaan tembakan Burnley (74) bahkan lebih sedikit dari WestBrom (78), Arsenal (82), dan Crystal Palace (82). Jumlah peluang besar (big chance) yang mereka hasilkan pun hanya lebih banyak dari West Brom, sebanyak 10 buah. Tim lain seperti Fulham saja mampu membuat 14 big chances, dan tim besar seperti Liverpool mampu membuat 33 big chances.


Andrew Robertson [LIV]

Setelah secara tidak terduga menuai 12 poin di pekan ke-9 melawan Leicester, Robertson kembali dibeli oleh sekitar 100 ribu orang manager FPL. Terlepas dari krisis bek yang dialami oleh Liverpool, pertahanan Liverpool masih terbilang solid: dalam 4 pekan terakhir, hanya Chelsea, Wolves, dan 2 tim Manchester yang terkena total percobaan tembakan lebih sedikit dari Liverpool, dengan rata-rata hanya 8.75 percobaan per pertandingan. Sebagai perbandingan, Burnley yang mulai menemukan stabilitas pertahanannya mendapatkan rata-rata total 14.25 percobaan tembakan per pertandingan. Selain itu, dari sudut pandang pertahanan, Fabinho dan James Milner, yang saat ini diplot Klopp sebagai bek tengah dan bek kanan, terdaftar sebagai gelandang di FPL. Hal ini membuat mereka tidak mendapatkan tambahan poin cleansheet di Bonus Point System FPL, sehingga saat Liverpool tidak kebobolan, peluang Robertson untuk mendapatkan bonus poin semakin besar (terbukti di pekan lalu). Dari sisi potensi assist, Robertson mencatatkan 24 crossings dan 6 chances created selama 4 pekan terakhir, terbanyak kedua dan ketiga (bersama beberapa pemain lain) dalam metric tersebut.

João Pedro Cavaco Cancelo [MCI]

Menghadapi jadwal menjanjikan Manchester City sejak pekan ke-10, rasanya sangat perlu melakukan investasi untuk aset Manchester City. Dengan penyerangan dan jumlah gol yang masih tergolong pas-pasan untuk tim sekelas Manchester City, pilihan kami jatuh ke aset bertahannya, yaitu Joao Cancelo. Tidak menjadi pilihan utama di awal musim hingga pekan ke-4 berakhir, Joao Cancelo mulai mencuri perhatian Pep Guardiola sejak pekan ke-5, di mana dia selalu bermain penuh 90 menit sejak saat itu. Sejak debutnya tersebut hingga pekan ke-9, Manchester City menjadi tim dengan metric xGC terbaik ke-2 setelah Manchester United, meskipun dalam periode tersebut mereka sudah melawan Arsenal, Liverpool, dan Tottenham. Total hanya 17 percobaan di dalam kotak penalti yang berhasil ditembakkan lawan ke gawang Ederson, paling sedikit di antara semua tim liga Inggris. Dari potensi poin penyerangan, tidak ada 1 pun aset defender FPL yang memiliki chances created (CC) sebanyak Cancelo sejak pekan ke-5, yaitu sejumlah 15 CC! Andrew Robertson pun hanya mencatatkan 9 CC di periode tersebut, sedangkan aset populer lain memiliki jumlah lebih sedikit lagi: Cresswell 8 CC, Chilwell 8 CC, Digne 6 CC, Lamptey 5 CC.

James Justin [LEI]

Satu slot terakhir pemain bertahan kita alokasikan untuk James Justin. Terdapat 2 alasan utama pemilihan Justin, yaitu performanya di pekan ke-9, serta performa penyerangan Fulham yang akan menjadi lawan Leicester di pekan ke-10. Di pekan ke-9, James Justin tampil sangat menyerang, dengan jumlah percobaan umpan silang sebanyak 5 buah dalam 1 pertandingan. Khusus pekan tersebut, meskipun melawan Liverpool, jumlah percobaan umpan silang Justin lebih banyak dari Reece James (4), Lamptey (4), Chilwell (3), bahkan Ziyech (4). Sebaliknya, Fulham yang menjadi lawan Leicester sedang kesulitan mencetak gol, meskipun seringkali berhasil menciptakan banyak peluang. Bahkan, tiga penalti terakhir Fulham semuanya gagal: 1 panenka yang ditahan kiper dan 2 tendangan yang meleset dari sasaran. Musim ini, hanya Burnley (yang menjadi lawan Joao Cancelo), Sheffield United (yang menjadi lawan Sam Johnstone), dan West Brom yang mencetak gol lebih sedikit dari Fulham. Akurasi tembakan mereka musim ini, sebesar 29.3%, merupakan yang ketiga terburuk setelah Brighton dan Newcastle.


Mohamed Salah [LIV]

Apa lagi yang perlu diragukan dari seorang Mo Salah. Setelah mendapatkan istirahat yang cukup (walaupun sempat terkena COVID), Salah sudah dapat kembali bermain melawan Brighton dengan kepemilikan yang sangat kecil untuk ukuran seorang Mo Salah, di bawah 30%. Meskipun menit bermainnya berkurang musim ini akibat absensinya di pekan ke-9, total percobaan tembakan yang dilakukan Mo Salah sebanyak 34 tetap jauh lebih banyak dibandingkan aset lain seperti DCL (29), de Bruyne (25), Bruno Fernandes (24), Grealish (23), Werner (22), ataupun Son (20). Lawannya, Brighton, juga akan bermain tanpa Tariq Lamptey yang terkena kartu merah di pekan ke-9.

Bruno Miguel Borges Fernandes (VC) [MUN]

Pemain premium yang tidak kami pilih berdasarkan jadwal mudah, yaitu Bruno Fernandes. Meskipun harus tandang melawan Southampton di pekan ke-10, terlalu sulit untuk tidak memasukkan nama Bruno Fernandes di tim kami. Setelah Manchester United berhasil menang 3-1 di liga Champions, terima kasih untuk 2 gol Bruno Fernandes, dia sudah mendapatkan istirahat yang cukup dengan ditarik keluar pada menit 60. Dalam 3 pertandingan tandang musim ini, Fernandes sudah mengantongi 40 poin FPL, dengan rata-rata 13.33 poin per pertandingan tandang! Ditambah dengan ‘voucher’ penalti Manchester United, Bruno menjadi pilihan premium berikutnya setelah Mo Salah.

Daniel Castelo Podence [WOL]

Bisa dibilang sebagai satu-satunya pemain perjudian yang saya pilih, Podence akan berhadapan dengan Arsenal di pekan ke-10. Meskipun baru mencetak 1 gol sepanjang musim ini, namun sebenarnya permainan Podence sudah semakin membaik. Dalam 4 pertandingan terakhir, Podence sudah melakukan 10 percobaan tembakan, dengan 7 percobaan di dalam kotak penalti, dan 5 tepat sasaran. Sedangkan, lawannya, Arsenal, sudah semakin menjauh dari status tim besar. Meskipun banyak ‘kesan’ bahwa Arsenal sudah membaik pertahanannya, nyatanya dalam 4 pekan terakhir, Arsenal sudah menderita 35 percobaan tendangan dari dalam kotak penalti, yang berujung 4 kali kebobolan: dinaungi keberuntungan 3x diselamatkan tiang dan mistar gawang di pekan ke-9 dan jumlah saves yang sangat banyak dari Leno. Bahkan, angka tersebut lebih buruk dari Fulham dan West Brom, yang masing-masing menderita 34 dan 33 percobaan tembakan dari dalam kotak penalti. Arsenal juga memiliki ‘chances conceded’ dari sisi kanan sebanyak 19 dalam 4 pertandingan terakhir, terburuk dibanding seluruh tim di liga Inggris. Kebetulan, sisi tersebut adalah sisi di mana Podence beroperasi. Saya berharap Podence bisa menjadi paket kejutan dari 11 pemain pilihan minggu ini.

Diogo Jota [LIV]

Dalam 4 pekan terakhir liga Inggris, Diogo Jota sudah mulai mendapatkan banyak menit bermain untuk Liverpool, yaitu 280 menit dari 360 menit yang tersedia. Dalam periode tersebut, Jota sangat agresif dalam melakukan penyerangan, baik dari pergerakan tanpa bola ataupun percobaan tembakan ke gawang. Tercatat dia melakukan 10 percobaan dalam kurun waktu tersebut, lebih banyak dari Rashford (9), Ferran Torres (9), dan Son (8). Akurasinya pun sangat baik, di mana goal conversion rate (GCR) Jota sebesar 30% adalah yang tertinggi dari semua gelandang FPL dengan minimal percobaan tembakan ke gawang sebanyak 6 kali selama 4 pekan terakhir. Sebagai perbandingan, GCR Son adalah 25%, Bale 25%, Salah 22.2%, Bruno Fernandes 21.4%, dan Ziyech 20%. Dengan harga £6.7M, pemain lain dengan harga sekitar Jota seperti Greenwood, Maddison, Bergwijn, Barnes, Torres, Lo Celso, Sigurdsson, Foden, dan Lucas Moura sepertinya sulit menyaingi pemain pilihan satu ini.


Jamie Vardy (C) [LEI]

Penyerang dengan jumlah transfer in terbanyak menuju pekan ke-10, Jamie Vardy akan berhadapan dengan lawan yang memiliki xGC terbesar kedua sepanjang musim ini, Fulham (14.05). Sebaliknya, musim ini Vardy memiliki xG terbesar di antara semua penyerang FPL (7.99), bahkan lebih besar dari Harry Kane (6.51) dan DCL (6.50). Meskipun banyak porsi dari xG tersebut berasal dari tendangan penalti, namun gol adalah gol di FPL. Pertahanan dengan jumlah xGC terburuk kedua tandang melawan striker dengan xG terbaik sepanjang musim, tidak mengejutkan jika poin FPL Vardy dapat meledak di pekan ke-10.

Dominic Calvert-Lewin [EVE]

Satu-satunya pemain selain Harry Kane yang berhasil mendapatkan attacking return di 8 dari 9 pertandingan yang dijalani, konsistensi DCL sangat terbukti di musim ini. Pemain dengan kenaikan harga terbanyak sejauh ini (dari harga awal £7.0M) memiliki kepemilikan tertinggi di FPL, saat tulisan ini dibuat sebesar 59.6%. Melawan Leeds yang sudah kebobolan 8 kali dalam 3 pertandingan terakhirnya, DCL siap kembali menjadi tumpuan utama Everton untuk mencetak gol. Ketergantungan Everton terhadap DCL terlihat dari persentase keterlibatannya, di mana 11 dari 19 gol Everton musim ini datang melalui gol atau assist dari Calvert-Lewin.

Patrick Bamford [LEE]

Lawan dari DCL untuk pekan ke-10, memiliki xG terbesar ke4 di antara semua penyerang FPL musim ini, tepat di bawah Vardy, Kane, dan DCL. Terlepas dari seringnya Bamford membuang peluang, namun jumlah percobaan tembakan yang banyak dari Leeds tetap membuka peluang Bamford untuk selalu bisa mencetak gol di setiap pertandingan. Di sisi lain, Everton adalah tim dengan jumlah kebobolan ketiga terbanyak di liga Inggris, dengan hanya 1 cleansheet tercatat di papan skornya sepanjang musim ini. Dalam 6 pekan terakhir, lawan selalu berhasil mencetak 2 gol ke gawang Everton, dan ini tentu bisa menjadi kesempatan Bamford untuk kembali menunjukkan kualitasnya sebagai aset FPL dengan harga bersahabat.

Start a Conversation

Your email address will not be published. Required fields are marked *